PALEMBANG, fornews.co – Aksi sekelompok masyarakat yang melakukan pemalakan kepada sopir truk khususnya dari luar daerah semakin meresahkan. Bahkan sejak tadi malam, beredar video di media sosial mengenai aksi kekerasan tiga orang pemalak terhadap seorang sopir truk angkutan di simpang Macan Lindungan.
Dalam video berdurasi 1 menit 10 detik itu, tampak tiga orang yang diduga pemalak mendekati sebuah truk fuso yang berhenti karena lampu merah. Ketiga orang itu pun langsung menghampiri pintu pengemudi dan seperti meminta sesuatu kepada sopir. Bahkan salah satunya sudah naik dan berpegangan di pintu mobil.
Tak berapa lama, pintu mobil truk Fuso itu seperti dihempaskan dengan sengaja dari dalam untuk menghalau para pemalak. Namun bukannya mengurungkan aksinya, ketiga pemalak itu pun justru mengambil senjata tajam yang telah disiapkan di median jalan. Berbekal senjata tajam itu, ketiganya menyerang sopir truk. Beruntung lampu menyala hijau sehingga truk pun melaju meninggalkan para pemalak.
Ditanyakan soal ini, Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah mengatakan bahwa video tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan yang sedang dilakukan pihaknya.
“Itu bukan (sengaja) viral, itu video dari saya. Saya juga tidak tahu rekan-rekan dapat dari mana. Memang kita punya target sasaran, dan saya belum bisa memberi tahu sekarang,” ujarnya ditemui usai menunaikan salat Jumat di Mapolresta Palembang, Jumat (26/07).
Menurut Didi, penyelidikan ini merupakan rangkaian dari kasus-kasus pemalakan sebelumnya yang kerap meresahkan masyarakat terutama pengendara yang menjadi korban. Penyelidikan ini juga masih berkaitan dengan penembakan yang dilakukan oleh oknum anggota polisi Brigpol IP terhadap Ridwan alias Dedek yang diduga seorang pemalak hingga tewas pada Selasa (23/07).
“Tinggal menunggu waktu saja, yang jelas kita memproses kasus beberapa hari sebelumnya terkait dengan adanya anggota yang melakukan penembakan terhadap pelaku yang diduga pemalak,” jelasnya.
Didi menambahkan, pihaknya terus memperkuat pengawasan di Macan Lindungan. Mengenai aksi pemalakan yang terekam video seperti yang tersebar itu, Didi memastikan akan terus dilakukan pengembangan.
“Kita sudah menyiapkan tim khusus, ada dari Polda Sumsel dan dari Unit Tekab Polresta Palembang. Insyaallah ada ekstra pengawasan dengan CCTV, lalu ada anggota berjaga 1 x 24 jam. Semua ini kita lakukan agar Palembang jadi Zero Pemalak,” tegasnya. (irs)
















