SEKAYU, fornews.co – Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menegaskan komitmennya untuk all out mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah kerjanya.
Hal itu disampaikan Dodi saat menerima kunjungan kerja Komandan Korem 044 Garuda Dempo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (27/07). Sebagai antisipasi Karhutla, Pemkab Muba sudah siap mengalokasikan anggaran tahun 2020. Pemkab Muba juga telah membangun infrastruktur di daerah yang rawan Karhutla seperti pembangunan jembatan di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, yang diharapkan dapat mempermudah aktivitas warga dan juga mobilisasi pada saat penanganan Karhutla.
“Apalagi karena Danrem saat ini pak Jauhari, saya ingin membantu beliau supaya tugas beliau paling tidak bisa terbantu dan diringankan dengan segala upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Muba ini. Jadi segala hal kita all out untuk Karhutla ini, mudah-mudahan bisa ditanggulangi dengan baik,” ujarnya.
Kemudian Dodi menyampaikan bahwa Pemkab Muba Selalu bersinergi dengan Jajaran Kodim 0401 Muba, dan mengedepankan kerja sama dalam berbagai macam hal, termasuk Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Di mana pada tahun lalu Pemkab Muba menganggarkan jumlah anggaran terbesar untuk TMMD Jajaran Kodam II Sriwijaya.
“Kami bercita-cita tadinya kalau tidak ada COVID-19 ini, anggaran untuk TMMD kita lipat gandakan sehingga jadi terbesar di Indonesia, mudah-mudahan tahun depan bisa. Sehubungan COVID-19, anggarannya sudah kita sisihkan. Dan alhamdulillah masih ada anggaran dalam membangun daerah yang terpelosok dengan tentu menggandeng TNI dalam pelaksanaan TMMD. Insyaallah ini akan menjadi sinergi yang bagus antara Pemkab Muba dengan Kodam II Sriwijaya khususnya Korem 044 Garuda Dempo,” imbuhnya.
Sementara itu, Danrem 044 Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba atas sambutan yang luar biasa, dan berharap sinergi tetap terjaga dan terbina dengan baik.
“Kami cukup bangga dengan penanganan COVID-19 di Muba ini luar biasa, kebetulan kami salah satu Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 tingkat Provinsi Sumsel, dan selalu memantau perkembangan COVID-19 di wilayah Sumsel,” katanya
Berkaitan dengan Karhutla, Danrem mengatakan bahwa Satgas sudah dibentuk, kegiatan-kegiatan sosial dan lain sebagainya sudah dilaksanakan.
“Kita berharap mudah-mudahan di tahun 2020 ini yang dibilang kemarau basah, Karhutla ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” harap Danrem.
Selanjutnya untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan baik melalui satelit maupun turun langsung ke lapangan sudah dilaksanakan. Di mana satelit LAPAN sudah bisa mendeteksi titik-titik hotspot api yang terjadi di wilayah Sumsel sehingga bisa langsung dimonitor titik api mana yang ada.
“Disitu langsung muncul ada nama Babinsa, Bhabinkamtibmas, nama Kepala Desa lengkap dengan nomor handphone-nya, kalau ada terjadi Karhutla bisa kita hubungi dan kita padamkan lebih cepat,” tuturnya. (ije)

















