KAYUAGUNG, fornews.co – Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) tengah mematangkan persiapan terkait penerapan uji KIR Elektronik di Bumi Bende Seguguk (slogan Kabupaten OKI) tersebut. Hal ini menyusul kehadiran alat untuk pengujian ini beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKI, Antonio Ramadhan didampingi Sekretarisnya, Rayen ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/07) mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan alat untuk uji KIR ini.
“Sekarang belum beroperasi, baru datang dan dipasang. Masih banyak proses yang harus dilakukan seperti mengatur koneksi dengan Kementerian, termasuk dikalibrasi atau diverifikasi oleh pihak kementerian nanti baru bisa dipakai,” katanya.
Menurutnya, pandemi COVID-19 memang sedikit menghambat persiapan penerapan ini. Meskipun demikian, dia menegaskan agar uji KIR Elektronik dengan smart card akan segera diterapkan sebelum akhir tahun.
“Untuk kalibrasi itu karena bukan hanya kita (OKI) yang mengajukan jadi kita tidak bisa memaksakan. Tapi akan terus kita usahakan agar ini segera selesai dan bisa digunakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa uji KIR elektronik ini akan bekerja lebih efisien dan meminimalisir berbagai kecurangan dalam uji KIR. Karena dalam penerapannya untuk melakukan uji KIR kendaraan harus dibawa langsung ke tempat uji.
“Di sana nanti kendaraan akan difoto dari berbagai sudut, termasuk saat pemeriksaan seperti rem, lampu, asap dan lainnya. Dan data ini akan terkoneksi langsung dengan kementerian jadi tidak bisa ‘bermain’, baru setelahnya akan mendapatkan kartu uji,” ungkapnya.
“Kartu uji ini juga bukan sembarang kartu, ini dilengkapi dengan chips, jadi ketika ada razia (pemeriksaan) petugas bisa langsung tau hasil uji KIR kendaraan termasuk kartunya asli atau tidak. Jadi memang akan sangat membantu,” tambahnya.
Masih kata, uji KIR elektronik ini juga diharapkan bisa meminimalisir kecelakaan karena pada pemeriksaan ini kendaraan memang betul-betul diperiksa, termasuk dimensinya. “Jadi bisa mengurangi truk Odol juga. Ketika terjadi kecelakaan penguji tidak disalahkan, mungkin saja saat diperiksa kondisi kendaraan baik, tapi beberapa waktu setelah diperiksa kondisinya berubah,” pungkasnya. (rif)

















