JAKARTA, fornews.co — Keberangkatan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow pada Ahad malam, 12 April 2026, menegaskan posisi Indonesia dalam menjaga perdamaian terhadap geopolitik yang semakin kompleks.
Perjalanan ini membuka ruang hubungan bilateral terhadap kebutuhan mendesak akan kemandirian energi, stabilitas kawasan, dan peran aktif Indonesia dalam merawat perdamaian dunia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kunjungan tersebut dirancang dengan fokus yang jelas.
“Presiden membawa mandat untuk memastikan kerja sama yang tidak hanya simbolik, tetapi berdampak langsung bagi kebutuhan nasional, terutama di sektor energi,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Pesawat yang membawa kepala negara lepas landas dari Jakarta menjelang tengah malam, menempuh penerbangan panjang menuju ibu kota Rusia.
Setibanya di Moskow, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung bertemu secara empat mata dengan Vladimir Putin.
Pertemuan itu dipandang sebagai momentum untuk memperjelas arah kerja sama yang lebih konkret dan berjangka panjang.
Isu energi menjadi titik berat pembahasan. Ketergantungan pada pasokan global yang fluktuatif mendorong Indonesia mencari mitra yang mampu memberikan kepastian jangka panjang.
Dalam konteks ini, Rusia dinilai memiliki kapasitas teknis dan sumber daya yang relevan.
“Kita ingin memastikan pasokan energi yang stabil dan terjangkau. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal keberlanjutan pembangunan,” lanjut Teddy.
Lebih jauh, pertemuan tersebut juga menjadi forum pertukaran pandangan mengenai situasi geopolitik internasional.
Indonesia berupaya menegaskan posisinya sebagai negara yang konsisten mendorong dialog dan menolak eskalasi konflik.
“Presiden akan menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan global melalui kerja sama, bukan konfrontasi,” kata Teddy.
Sinergi antarkementerian menjadi kunci agar hasil pertemuan tidak berhenti pada kesepakatan di atas kertas, tetapi berlanjut pada implementasi nyata.
Kunjungan Presiden ke Moskow menjadi satu hal penting terhadap diplomasi Indonesia yang terus menjaga hubungan baik.
Di tengah tekanan global yang terus berubah, langkah seperti ini menjadi cermin dari upaya negara untuk berdiri lebih mandiri, tanpa melepaskan komitmen terhadap perdamaian dunia.
Keberangkatan ini dilepas oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BIN Muhammad Herindra.
Di dalam rombongan, turut hadir Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang akan memainkan peran penting dalam merumuskan detail kerja sama.

















