JAKARTA, fornews.co – Presiden Prabowo Subianto menyatakan, posisi strategis kalangan akademisi sebagai kekuatan intelektual bangsa berperan penting, menjawab tantangan pembangunan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat berbicara pada Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026, di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/12026).
“Saya berharap perguruan tinggi dapat menjadi lokomotif penguasaan sains dan teknologi guna memperkuat kemandirian bangsa di tengah dinamika dan pergeseran geopolitik global,” ujar dia dihadapan 1.200 undangan yang terdiri dari rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Pemerintah, ungkap Prabowo, menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi, baik dari aspek sumber daya dosen, sarana dan prasarana, maupun keberlanjutan pembiayaan operasional.
“Atas dasar itu, pemerintah berkomitmen mendorong kemajuan perguruan tinggi nasional, agar semakin berkualitas dan berdaya saing, tanpa membebani masyarakat dan mahasiswa,” ungkap dia.
Sementara, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi melanjutkan, bahwa fokus Presiden Prabowo dalam sepekan terakhir diarahkan pada penguatan sektor pendidikan, sebagai fondasi utama pembangunan nasional, seiring dengan agenda besar pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi.
“Diskusinya ini juga sudah dimulai Kementerian Dikti Saintek, misalnya berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita yang berdasarkan data kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribuan,” tandas dia. (kaf)
















