KAYUAGUNG, fornews.co – Tim dari Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali merilis data terbaru terkait kondisi ataupun gambaran umum tentang virus corona Covid-19 di Kabupaten OKI, Rabu (01/04).
Berdasarkan data yang dirilis pada pukul 17:06 WIB ini, diketahui jumlah Pelaku Perjalanan Wilayah Transmisi (PPT) berjumlah 2.816 orang. Selain itu, terdapat 34 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 25 orang tanpa gejala, 1 orang Pasien Dalam Pengawasan, 1 orang terkonfirmasi positif Covid-19, dan 2 orang dinyatakan selesai pengawasan.
Sebagaimana diungkapkan Juru Bicara (Jubir) gugus tugas Covid-19 Kabupaten OKI, Iwan Setiawan SKM Mkes bahwa, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan surat yang diterima pihaknya dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel bahwa hasil pemeriksaan terhadap salah satu warga yang positif Covid-19 tersebut diketahui pada Selasa kemarin.
“PDP kita (Kabupaten OKI) awalnya ada empat orang, tapi dua dinyatakan negatif dan satu dinyatakan positif,” kata Iwan.
Atas bertambahnya satu pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini, tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten OKI berkomitmen untuk lebih gencar melakukan hal-hal untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus ini.
“Dengan adanya status terkonfirmasi ini akan terus proaktif dalam menjaga daerah agar terbebas dari Covid-19, menjaga yang sehat tetap sehat,” kata Kepala Dinas Kominfo Kabupaten OKI yang mendampingi Jubir Gugus Tugas.
Menuruntnya, pihak gugus tugas akan bergerak dari hulu dengan berbagai langkah pencegahan seperti dengan menjaga pintu-pintu masuk dan perbatasan Kabupaten OKI dengan daerah lain. “Itu akan dijaga, yang masuk akan diperiksa oleh petugas. Harapannya, kita bisa saling membantu, saling menjaga agar semua tidak tertular, dan patuhi imbauan-imbauan dari pemerintah terkait pencegahan penularan virus ini,” ujarnya.
Dirinya juga berpesan kepada masyarakat bahwa lebih aman berada di rumah, berkativitas, belajar di rumah. “Jaga jarak komunikasi, jaga kebersihan dan disiplin mencuci tangan. Hindari kegiatan yang bersifat mengumpulkan keramaian. Kita akan lebih serius melakukan pemutusan mata rantai ini,” tegasnya. (rif)

















