
KAYUAGUNG- Sejumlah sekolah pelbagai tingkatan baik tingkat SD, SMP hingga SMA di Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten OKI menggalakkan program literasi melalui program membaca 15 menit. Kebiasaan membaca buku 15 menit ini diberlakukan sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan.
Seperti yang dilakukan guru di SD Negeri 2 Tanjung Makmur Kecamatan Pedamaran Timur yakni Pujo dan Jarwo sengaja datang lebih awal dengan menyiapkan sejumlah buku bacaan di kelas masing-masing. Dengan senyum mengembang mereka menyambut kehadiran siswa-siswinya.
Sang guru membagikan satu persatu buku bacaan yang diambil dari perpustakaan kepada anak didik. Langkah sederhana yang dilakukan pahlawan tanpa tanda jasa seperti Pujo dan Jarwo ini sebagai tuntutan agar para murid terbiasa membaca buku sekaligus menjawab hasil survey UNESCO yang menyebutkan dari 1.000orang rakyat Indonesia, hanya ada satu orang yang mempunyai minat baca.
Semangat kedua guru ini merupakan buah imbas dari kunjungan mereka ke SMAN 3 Unggulan Kayuagung. Seharian penuh mereka melihat lebih dekat pengelolaan pojok baca/mini perpustakaan di setiap kelas, berbincang dengan guru dan para pelajar yang sudah setahun ini menggalakkan gerakan literasi.
Program literasi itu bukan saja diberlakukan ditingkat SD, melainkan juga diimplementasikan sekolah tingkat SMP maupun SMA.
Kepala Sekolah SMPN 1 Pedamaran Timur, Falhan Havivi menuturkan bahwa saat ini pihaknya telah menerapkan membaca selama 15 menit.
“Kami sepakat dan tergerak dengan insiatif yang difasilitasi CSR PT Sampoerna Agro dengan mengawali program literasi ini di Pedamaran Timur. Bahkan Pedamaran Timur menjadi pilot project. Kami pun masih penasaran seperti apa program lainnya dan rencananya akan ada pelatihan dengan menggandeng lembaga seperti REM 15 dan KUARK Internasional,”terangnya.
Kendatipun program ini bagi sebagian pihak mungkin terlihat sepele, namun program di dalamnya memiliki misi peradaban.
“Semua disini akan menjadi pelaku sejarah, membayangkan pembangunan OKI di masa depan. Tentu esensinya pasti ditentukan dari upaya dalam membekali generasi saat ini dengan membaca (literasi) yang selanjutnya berdampak adanya discusion, menuliskan gagasan serta mengambil tindakan nyata untuk peduli dalam perubahan ke arah lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pelajar SMAN 1 Pedamaran Timur Nuruk mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan program literasi yang diterapkan pihak sekolah.
“Saya sangat suka membaca. Tapi masih kesulitan untuk mendapatkan referenai buku-buku. Namun sejak program literasi yang diinisiasi Sampoerna Agro, saya berama teman-teman ingin terlibat aktif. Kesempatan ini tidak akan disia-siakan,”ucapnya.
Terpisah, Project Leader Program Pengembangan Minat Literasi Berbasis Lingkungan CSR PT Sampoerna Agro Nurhamdani menambahkan kegiatan school visit dan forum group discusion (FGD) ini merupakan awal sebelum digulirkan per Oktober 2016 nanti.
“Survey kami terhadap 82 responden di Pedamaran Timur menyebutkan bahwa sekitar 52% diantaranya hanya membaca 1-2 buku dalam satu tahun terakhir. Kami optimistis bahwa membangun OKI dari desa juga bisa dimulai dari pengembangan Sumber Daya Manusia melalui peningkatan kegemaran membaca dan ability mengadakan buku secara swakelola melalui skema tabungan buku, arisan buku, inisiatif Bank Sampah, katalog dan sirkulasi buku yang terhubung ke Rumah Pintar Bende Seguguk,”ujarnya.(fian)
















