PALEMBANG, fornews.co – Pemilu 2019 di Indonesia menyisakan banyak catatan. Selain dugaan pelanggaran, korban sakit hingga meninggal dunia menimpa petugas penyelenggara pemilu (KPPS-Panwaslu) di pelbagai daerah.
Di Palembang, salah satu Ketua KPPS, Slamet Riyadi meninggal dunia. Saat Pemilu 17 April lalu, Slamet Riyadi bertugas di TPS 31, Kelurahan 20 Ilir D1, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang.
Kejadian ini mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda. Finda, demikian sapaan akrabnya, turut berduka cita dan merasa kehilangan.
Hal itu diungkapkan Finda pada Rabu (24/04), saat melayat ke rumah duka. Menurut Finda, Slamet Riyadi adalah seorang Ketua RT yang telah 30 tahun mengabdikan dirinya pada Pemkot Palembang.
“Ada satu saudara kita KPPS di Kecamatan Ilir I, dia ketua RT berusia 60-an, sebelum pencoblosan memang beliau sudah sempat sakit, tapi sakitnya memang untuk mempersiapkan demokrasi kita,” katanya di rumah duka.
Menurut Finda, korban sempat dirawat di rumah sakit selama tujuh hari, namun ternyata Tuhan berkehendak lain hingga akhirnya korban meninggal dunia.
Ia berpesan kepada pejuang demokrasi di luar sana agar terus memperhatikan kesehatan.
“Kami berharap kejadian ini tidak terjadi lagi kepada siapa pun yang saat ini tengah berada di luar memperjuangkan proses demokrasi di Indonesia,” tuturnya
Terpisah, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel siap membantu korban yang bertugas dalam pelaksanaan pemilu, baik secara moril maupun materil.
“Kan kemarin Empat Lawang secara menyeluruh kepada bupati/wali kota di Sumsel agar disiapkan petugas kesehatan di setiap PPK, dan pastinya jika ada korban meninggal, Pemprov akan membantu, bukan hanya moril tapi juga materil jika itu dibutuhkan oleh PPK dan KPU kabupaten/kota,” ujarnya.(irs)
















