
Saat berbicara semua hal tentang ular, mungkin lebih banyak pendapat yang akan mengarah pada rasa takut. Karena, dari kecekatan, cara hidup dan bentuk tubuh hewan reptilia ini, membuat manusia memilih enggan berurusan dengan si pembunuh berdarah dingin ini.
Ternyata, dari semua ke-phobia-an manusia terhadap ular, ada juga begitu banyak hal yang bisa dimanfaatkan oleh manusia, salah satunya untuk pengobatan. Seperti yang dilakukan Snake Hunter Club Indonesia (SHCI), satu komunitas kemanusiaan yang bergerak dibidang pengobatan, mampu memanfaatkan serum ular sebagai media penyembuh berbagai penyakit.
Menurut H M Soleh Naim, perwakilan pertolongan pengobatan SHCI Muba dan Palembang, organisasi atau komunitas ini sebenarnya telah dirintis sejak 40 tahun lalu oleh Lettu Margiono (alm), yang kemudian dilanjutkan oleh Nursidin Haryato, yang sekarang sebagai Dewan Guru SHCI. Kalau Pembina komunitas ini Jend (Purn) Ryamizard Ryacudu dan Jend (Purn) Hendro Purnomo. “Beliaulah (Nursidin Haryato) yang berwenang meracik ramuan serum ular berbisa di Indonesia ini,” ujarnya.
Kepala Kesbangpol Muba ini menjelaskan, bahwa manfaat serum ular itu untuk mencegah dan mengobati penyakit yang berhubungan dengan darah atau sirkulasi peredaran darah. “Ya, mulai dari diabetes, alergi, maag, lever, ginjal, paru-paru, serta yang disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur, seperti demam berdarah, malaria, hepatitis dan kanker darah,” ujarnya.

Saat ditanya, berapa biaya pengobatan serum ular ini, Soleh Naim menuturkan, bagi masyarakat yang ingin berobat menggunakan serum ular ini sama sekali tidak dikenakan biaya. “Tidak ada biaya. Tapi bagi yang ingin menjadi anggota, memang ada registrasinya. Itu ada tingkatan, dari tingkatan 3, tingkat2 dan tingkat satu. Untuk tiap-tiap tingkatan ditarik biaya Rp100.000. setelah menjadi anggota, maka diberikan minuman serum ular yang bisa menjadi imunisasi kita dari bahaya binatang berbicara dan itu hanya sekali seumur hidup,” ujarnya.
Soleh Naim memaparkan, komunitas ini jarang berkumpul di satu tempat. Tapi lebih kepada melakukan perjalanan dari Aceh hingga Papua. Pihak-pihak yang sering menggunakan serum ular ini, para anggota TNI yang akan bertugas di lokasi endemi yang banyak ditemui hewan berbisa, nyamuk malaria dan sebagainya. “Serum ini sudah banyak digunakan para anggota TNI. Ini juga membantu mereka bertugas di tempat yang memang banyak hewan-hewan berbisa. Tapi bagi masyarakat yang ingin menjadi anggota, bisa menghubungi saya di nomor ponsel ini 0812 71759591,” tutupnya. (tul)
















