PALEMBANG, fornews.co – Berjemur di bawah sinar matahari sempat menjadi buah bibir beberapa waktu lalu. Bahkan, waktu berjemur terbaik juga sempat menjadi perdebatan.
Berjemur di bawah terik matahari antara pukul 11:00 hingga 15:00 kurang dianjurkan. Dilansir dari sehatq.com, paparan sinar matahari yang berlebihan dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan kulit.
Untuk mendapatakan manfaat terbaik, berjemurlah minimal 5-10 menit dan jangan lebih dari 20 menit di pagi hari. Lebih baik berjemur dengan durasi sebentar tapi rutin, dibandingkan durasi berjemur yang terlalu lama dengan frekuensi rendah.
Segera berhenti berjemur jika kulit mulai berubah warna atau terbakar karena artinya kulit sudah mengelami kerusakan.
Manfaat utama dari paparan sinar matahari pada kulit manusia adalah membantu menghasilkan vitamin D yang memiliki peran sangat penting bagi tubuh. Dengan demikian, kesehatan tubuh dapat terjaga dan terlindungi dari berbagai macam risiko penyakit.
Pada saat berjemur, jangan menggunakan losion tabir surya karena dapat menghalangi penyerapan sinar UVB, karena sinar inilah yang dibutuhkan untuk membantu pembentukan vitamin D.
Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa kita dianjurkan untuk berjemur pada pagi hari.
1. Membantu menurunkan tekanan darah
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa oksida nitrat yang terdapat di lapisan atas kulit akan menyebabkan pembuluh darah melebar saat terpapar sinar matahari. Hal ini memungkinkan oksida masuk ke dalam aliran darah dan membuat tekanan darah menurun.
Oleh karena itu, jika Anda mengalami hipertensi, ada baiknya selain menjaga asupan makanan, Anda juga rutin berjemur di bawah sinar matahari.
2. Meningkatkan fungsi otak dan mengurangi risiko Alzheimer
Pada saat berjemur, otak akan memproduksi lebih banyak serotonin, yakni senyawa kimia yang dapat meningkatkan suasana hati. Kurangnya paparan matahari dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi yang disebut dengan seasonal affective disorder (SAD) atau gangguan depresi ringan yang bersifat musiman.
Terlebih lagi, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa penderita Alzheimer yang terpapar sinar matahari memiliki skor lebih baik dalam ujian mental dan berkurangnya gejala penyakit. Pasien Alzheimer yang terpapar sinar matahari cerah juga memiliki lebih sedikit gejala depresi.
3. Menyembuhkan gangguan kulit
Berjemur secara rutin dapat mencegah dan mengatasi gangguan kulit, seperti jerawat, eksim, penyakit kuning, psoriasis, dan infeksi jamur. Namun, jangan berjemur berlebihan hingga kulit terbakar.
4. Membantu pertumbuhan anak
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa seorang anak yang terpapar sinar matahari setidaknya 15 menit per hari memiliki efek positif pada seberapa tinggi anak dapat tumbuh.
5. Meningkatkan kekebalan tubuh
Saat sel darah putih terkena paparan sinar matahari akan membuatnya semakin aktif memerangi berbagai penyakit dan infeksi. Selain itu, vitamin D juga membantu memperkuat kekebalan tubuh dari berbagai penyakit.
6. Mengurangi risiko kanker
Kekurangan vitamin D dapat menjadi penyebab utama kanker, seperti kanker payudara dan usus besar. Dengan rajin berjemur, kulit akan menghasilkan sejumlah besar vitamin D dan menurunkan risiko terkena kanker.
7. Mengurangi risiko diabetes tipe 2
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan resistensi insulin yang kemudian mengakibatkan munculnya penyakit diabetes tipe-2. Oleh karena itu, dengan rajin berjemur dan meningkatkan produksi vitamin D tubuh, maka produksi insulin akan semakin bertambah sehingga risiko Anda terkena diabetes tipe-2 dapat dicegah.
8. Membantu menurunkan berat badan
Paparan sinar matahari akan membantu Anda membakar lebih banyak kalori dan lebih mudah menghasilkan keringat, khususnya saat berolahraga di luar ruangan.
9. Meningkatkan kesehatan tulang
Vitamin D yang dihasilkan dari berjemur dapat membantu tubuh memproses kalsium untuk menyehatkan dan memperkuat tulang.
10. Menjaga kesehatan mata
Kebutuhan vitamin D yang tercukupi dari berjemur juga dapat membantu menjaga kesehatan mata. (rif)
















