
PALEMBANG, fornews.co-Rektor Universitas Tamansiswa (Unitas) Palembang Ki Joko Siswanto menyatakan, fenomena desentralisasi, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi tantangan baru bagi Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (ADIPSI).
“Ya tantangan untuk mengonstruksi pengetahuan ilmiah, yang mampu memberikan kontribusi teoritis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, dan kontribusi praktis bagi para pelaku utama desentralisasi, MEA dan SDGs,” ujarnya,di Universitas Tamansiswa Palembang, Rabu (25/01).
Joko mengungkapkan, kehadiran ADIPSI ini juga untuk meningkatkan dan mengembangkan kapasitas dan profesionalisme Dosen jurusan Ilmu Pemerintahan dan peran kajian pemerintah dalam pembangunan di Indonesia.
“Diharapkan para dosen ilmu pemerintahan di Indonesia ini membawa perubahan, bagi lulusan ilmu pemerintahan pada masing-masing perguruan tinggi, sekaligus untuk meningkatkan kualitas dan kompetisi kurikulum,” sambungnya.
Sementara, Ketua Pelaksana International Conference on Social, Humanities, and Government Science (ICSHGS 2017) with Annual Meeting of ADIPSI Dr Maulana memaparkan, beranjak dari perkembangan tersebut, Unitas Palembang yang termasuk anggota ADIPSI, berinisiatif menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi tahunan ADIPSI, yang akan mempertemukan seluruh dosen ilmu pemerintahan se-Indonesia.
“Inisiatif ini merupakan kontribusi nyata dari Universitas Tamansiswa Palembang, sebagai elemen masyarakat Sumsel terhadap upaya nasional merespon MEA, SDGs dan mengawal kebijakan desentralisasi, khususnya dalam perspektif ilmu pemerintahan. Kalau jumlah pesertanya ada 170 orang, 75 orang peserta aktif dan 58 orang dari ADIPSI yang berasala dari 42 perguruan tinggi dalam negeri dan 6 perguruan tinggi luar negeri,” paparnya.
Maulana menjelaskan, pembicara pada kegiatan ini berasal dari empat negara, yakni Dr Helena Varkkley (University of Malaya, Malaysia); Asoc. Prof Habibullah Magsi (Sindh Agriculture University Tandojam, Pakistan); Dr Vikash Kumar (Sharda University, India); dan Dr Teguh Yuwono (Universitas Diponegoro, Indonesia).
“Kegiatan yang digelar di pada 26-27 Januari di Hotel Horison ini, untuk memfasilitasi para akademisi dari seluruh Indonesia dan luar negeri, untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitian mereka. Kemudian, menyebar luaskan hasil konferensi dalam bentuk prosiding ilmilah,” pungkasnya. (tul)
















