SEKAYU, fornews.co – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sido Rejo, Kecamatan Keluang, Kabupaten Muba, berhasil mengelola usaha bidang retail minimarket. Dalam satu bulan, BUMDes yang bernama BUMDesa-Mart Sumber Rejo itu bisa mendapat omzet hingga Rp250 juta.
Ya, usaha minimarket di desa saat ini menjadi primadona di beberapa wilayah. Keberadaan BUMDes dengan dana desa yang cukup besar memberikan peluang untuk membangun perekonomian desa. Ide satu desa satu minimarket yang dikelola bersama melalui koperasi melalui skema BUMdes adalah alternatif paling realistis untuk membantu perkembangan perekonomian desa.
BUMDes Sido Rejo adalah salah satu dari 227 BUMDes yang ada di Muba yang memilih pengelolaan minimarket sebagai jenis usaha yang dikelola oleh BUMDes dengan nama BUMDesa-Mart Sumber Rejo.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 1.400 jiwa atau 400 KK, ditambah dengan letak startegis desa yang berada di jalan perlintasan dari Kecamatan Sekayu menuju Kecamatan Sungai Lilin, menjadikan usaha minimarket memiliki pasar yang menjanjikan di Desa Sido Rejo.
Direktur BUMDesa Sumber Rejo Desa Sido Rejo, Dawam mengungkapkan, bahwa dengan estimasi per KK yang mengeluarkan biaya untuk kebutuhan per hari adalah Rp50.000, maka perputaran dana per hari di Desa Sido Rejo diperkirakan mencapai Rp20.000.000.
Dengan keyakinan bahwa minimal KK yang memenuhi kebutuhan melalui BUMDesa-Mart Sumber Rejo adalah 20% dari jumlah KK, maka omzet yang bisa dihasilkan melalui usaha BUMDesa-Mart Sumber Rejo adalah Rp120.000.000.
“Perkiraan ini belum mencakup konsumen yang melintasi Desa Sido Rejo setiap harinya. Dengan dasar kalkulasi sederhana tersebut, saya sangat yakin bahwa perkembangan BUMDesa-Mart Sumber Rejo akan tumbuh pesat. Dan kalkulasi tersebut benar-benar menghasilkan omzet yang tinggi untuk BUMDes-Mart Sumber Rejo. Tercatat rata-rata omzet per bulan yang didapat mencapai angka Rp 200 juta sampai Rp 250juta per bulan,” ungkapnya.
Kepala Desa Sido Rejo Kecamatan Keluang, Pujiono mengungkapkan, bahwa BUMDesa Sido Rejo sendiri yang dibentuk melalui Peraturan Desa Sido Rejo Nomor 05 Tahun 2016 pada tanggal 26 Juni 2016, pada tahun 2017 dan 2018 mendapatkan penyertaan modal usaha melalui dana desa.
“Penyertaan modal tersebut akan menjadi modal awal pengelolaan BUMDesa-Mart Sumber Rejo yang penyalurannya telah dilaksanakan sejak 2017,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Musi Banyuasin, Richard Chahyadi mengatakan, pihaknya sangat mendukung terhadap tumbuhnya geliat usaha di desa yang dimotori oleh BUMDes.
Dia berharap, ke depan setiap kegiatan usaha ekonomi yang berada di desa akan berada di bawah naungan BUMDesa.
“Kita berharap semua bentuk usaha yang memang memiliki dampak positif bagi daerah, dapat dirangkul ke dalam BUMDes,” ujarnya.
Kepala Bidang Pembangunan dan Ekonomi Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Musi Banyuasin, Ahmad Syamsuri mengatakan, BUMDesa Sumber Rejo Desa Sido Rejo, Kecamatan Keluang merupakan satu dari 227 BUMDesa di Muba yang mendapatkan penyertaan modal usaha BUMDesa.
Ia berharap masing-masing BUMDesa dapat memanfaatkan penyertaan modal tersebut sebagai momentum awal pergerakan ekonomi yang ada di desa.
“Dinas PMD memiliki target bahwa pada saatnya nanti akan terbentuk holding BUMDesa yang berorientasi pada kerja sama antar-BUMDesa dan terciptanya inovasi produk dan jasa. Hingga nanti dapat terbentuk BUMDesa yang mandiri secara finansial, manajemen dan teknologi,” katanya di sela meninjau BUMDesa-Mart Sumber Rejo.
Untuk diketahui, pada saat dilaksanakan kunjungan baru-baru ini, BUMDesa-Mart Sumber Rejo terlihat sedang melakukan pengembangan usaha karena melihat potensi dan progres perkembangan BUMDesa-Mart Sumber Rejo itu sendiri.
Saat dikunjungi, tampak terlihat finishing tempat telah mendekati 90%. Dalam beberapa hari akan dilaksakan pembukaan resmi grosir barang, selain usaha BUMDesa-Mart yang memang telah berjalan dengan baik.
Namun juga menjadi catatan bahwa tetap diperlukan pendidikan, pelatihan, seminar umum dan studi kasus bagi pengelola BUMDesa di seluruh desa dalam Kabupaten Musi Banyuasin tentang manajemen dan pengelolaan BUMDes secara modern.
Sehingga nantinya dapat terbentuk enterpreneurship dan manajemen profesional yang baik, yang indikatornya sendiri dapat dipenuhi melalui beberapa aspek, seperti pembangunan kapasitas SDM dan manajemen operasional, pelaksanaan bisnis yang berorientasi cashflow sebagai tahap awal dan pembangunan kerja sama dengan para stakeholder atau mitra bisnis.(bas)

















